Islam and Culture Education (2)

RESPON PENDIDIKAN ISLAM TERHADAP ISU-ISU GLOBAL
Studi Islam terhadap Isu Kesetaraan gender, Hak Asasi Manusia dan Globalisasi

I. Prolog
Pendidikan Islam dalam menghadapi perubahan social, senantiasa ditunutut dinamis agar tetap eksis dan tak lekang dimakan zaman. Perkembangan zaman yang semakin maju membawa perubahan social ditengah-tangah masyarakat. Teknologi yang canggih semakin memudahkan proses interaksi antar etnis, suku bangsa, budaya dan agama. Interaksi tersebut lambat laun melahirkan dialektika yang beragam ditengah-tengah masyarakat. Ada yang berlangsung secara kondusif, sehingga proses interaksi antar budaya dapat terjadi tanpa melahirkan gejolak ditengah-tengah masyarakat, namun adapula yang melahirkan pergolakan baru, mengingat sebagian masyarakat ada yang bersikap status quo terhadap apa yang mereka miliki sebelumnya.
Peranan pendidikan pada kondisi demikian mempunyai peranan penting, mengingat pendidikan sebagai media transformasi pengetahuan, ditunut agar dapat membawa proses interaksi antar budaya tersebut dapat berlangsung secara kondusif. Terlebih lagi pendidikan Islam, sebagai sebuah pendidikan yang memiliki muatan ideologis, dan budaya tersendiri. Tuntutan proses interaksi yang kondusif tersebut, lambat laun membawa paradigm baru bagi pendidikan Islam.
Isu-isu global mewacana ditengah-tengah perkembangan zaman menuntut pendidikan Islam agar mampu menjawabnya. Apakah isu-isu tersebut relevan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam idealism pendidikan Islam sehingga tidak perlu lagi mencemaskan terjadinya perubahan paradigm? Ataukan isu-isu global tersebut kontraproduktif terhadap idealism Pendidikan Islam, sehingga perlu adanya proses filter agar pada satu sisi Pendidikan Islam mampu mengakomodir hal-hal yang relevan dan disisi lain pendidikan Islam dapat mempertahankan idealismenya tanpa harus surut hanyut, sehingga jatidirinya tetap eksist?
Berangkat dari pemikiran di atas, maka penulis berusaha mengetengahkan fakta-fakta yang terjadi ditengah-tengah umat Islam dalam menyikapi isu-isu global yang mewacana di akhir abad ini. Isu-isu tersebut antara lain adalah Isu Jender, Globalisasi dan Demokrasi. Kemudian bagaimana pendidikan Islam menempatkan diri ditengah-tengah dialektika Islam dan Isu-isu global tersebut.
II. Isu Jender
Gender berasal dari bahasa Inggris yang berarti “jenis kelamin”. Wacana Jender mulai ramai dibicarakan pada awal tahun 1977, ketika sekelompok feminis di London tidak lagi memakai isu-isu lama seperti patriarchal atau sexist, tetapi menggantinya dengan istilah Jender (gender discourse). Nasaruddin Umar mengutip beberapa pendapat para ahli tentang defenisi jender; dalam Women’s Studies Encyclopedia, gender adalah suatu konsep cultural yang berupaya membuat pembedaan dalam hal peran, perilaku, mentalitas, dan karakteristik emosional antara laki-laki dan perempuan yang berkembang dalam masyarakat.

Iklan

~ oleh arifkanz pada April 16, 2009.

 
%d blogger menyukai ini: