Pancingen (jawa)/Faringitis?

Mencegah dan Mengatasi Radang Tenggorokan (Faringitis) / “pancingen” (jawa) Secara Alamiah
Hembing Tue, 08 Jun 2004 09:02:00 WIB

Oleh : Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma

Faring atau tenggorokan adalah salah satu bagian saluran pencernaan. Faring merupakan suatu tempat diantara rongga mulut dan esofagus. Bagian bawah faring berfungsi sebagai saluran udara dan makanan. Faring memegang peranan penting dalam proses menelan makanan.

Berbagai jenis gangguan bisa saja terjadi pada tenggorokan/faring. Gangguan yang terjadi pada tenggorokan pada umumnya berupa peradangan tenggorokan (faringitis). Radang pada tenggorokan biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Bakteri penyebab faringitis adalah kelompok betahemolitik streptokokkus A, Mycoplasma dan Chlamydia..

Selain itu, faringitis juga dapat terjadi karena menghirup bahan-bahan kimia yang secara langsung menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Radang tenggorokan/faringitis banyak dialami oleh orang yang tinggal atau bekerja di tempat yang berdebu, atau lingkungan yang sangat kering, penggunaan suara yang berlebihan, makanan yang dapat mengiritasi tenggorokan misal mengonsumsi alkohol, atau batuk yang menetap, atau alergi.

Penderita faringitis biasanya menunjukan gejala-gajala sebagai berikut :
sakit pada tenggorokan
tenggorokan terasa tersumbat secara konstan
sakit dan terasa sukar saat menelan, menelan ludah biasanya lebih sakit daripada menelan makanan.
Suara menjadi serak dan menjadi batuk
Mulut berbau kurang sedap
Demam, sakit kepala, sakit pada otot dan sendi, dan keluar ingus.
Sebagai akibat dari faringitis dapat pula muncul gejala-gejala seperti pembengkakan kelenjar getah bening di leher, panas demam, muntah-muntah, dan lain-lain. radang tenggorokan/fringitis biasanya berlangsung sekitar 3-10 hari.

Pada pemeriksaan, akan terlihat faring berwarna kemerahan dan meradang. Faringitis yang disebabkan bakteri biasanya menyebabkan pengeluaran cairan yang berlebihan.

Beberapa pencegahan dan perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi radang tenggorokan antara lain :
cukup beristirahat
berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari
bagi perokok harus berhenti merokok
banyak minum dan hindari makanan yang dapat menyebabkan iritasi
minum antibiotik, dan jika diperlukan dapat minum analgesik.
tindakan pencegahan dilakukan dengan menghindari pemakaian pelembab udara yang berlebihan.
Tanaman obat yang dapat digunakan untuk perawatan dan pengobatan faringitis/radang tenggorokan mempunyai efek sebagai antiradang (anti-inflamasi), antibiotik, antibakteri, anti-infeksi, antihistamin/antialergi, dan meredakan rasa sakit (analgetik).

Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk radang tenggorokan, antara lain :

Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.)
Efek : sebagai anti-radang (anti-inflamasi), menghilangkan sakit (analgetik), menghilangkan bengkak (anti-swelling), menurunkan panas (antipiretik).

Pegagan (Centella asiatica Urban.)
Efek : sejuk, sebagai anti-infeksi, anti-bakteri, penurun panas (antipiretik), anti-toksik, diuretik.

Lidah Buaya (Aloe vera L.)
Efek : anti-radang (anti-inflamasi), meredakan rasa sakit (analgetik)

Daun Sambung Nyawa
Efek : anti-radang, menghilangkan bengkak (antiswelling)

Daun Dewa (Gynura pseudo-china DC.)
Efek : sebagai anti-radang, meredakan rasa sakit (analgetik), membuyarkan bekuan darah, menghilangkan bengkak (anti-swelling).

Semanggi Gunung (Hydrocotyle sibthorpioides Lam.)
Efek : anti-radang (anti-inflamasi), menghilangkan bengkak (anti-swelling), antibiotika, penurun panas (antipiretik), menetralisir racun (detoxificans).
Berikut ini beberapa contoh resep/ramuan tumbuhan obat untuk membantu mengatasi radang tenggorokan :

90 gram daun lidah buaya dan 50 gram kaktus gepeng yang telah dikupas kulitnya, dijus, lalu direbus hingga mendidih, lalu diminum setelah hangat. Lakukan dua kali sehari.

10 gram sambiloto kering atau 20 gram yang segar direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring, tambahkan 1 sendok makan madu, airnya diminum untuk dua kali sehari.

30 gram pegagan segar + 7 lembar daun senyawa segar, diblender dengan sedikit air, disaring, airnya diminum. lakukan dua kali sehari.

30 gram daun dewa segar + 30 gram semanggi gunung/tikim segar + sedikit garam, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum. 200 cc.

30 ml jus jeruk lemon + 20 ml air hangat, diaduk, dikumur –dikumur di tenggorokan, lalu ditelan. Lakukan beberapa kali sehari.
Catatan : untuk perebusan gunakan periuk tanah, atau panci enamel, atau panci kaca.

~ oleh arifkanz pada Juni 18, 2009.

Satu Tanggapan to “Pancingen (jawa)/Faringitis?”

  1. thanks a lot.this information very important for my brother.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: